Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Kepada Diriku

Kepada aku, Pesan yang bisa ku sampaikan dari masa lalu hanyalah, Terima kasih dan Maaf. Terima kasih sudah sama-sama melangkah sejauh ini. Maaf untuk tidak sebaik orang-orang di sekitarmu. Untuk segala jatuh dan bangunnya keadaan. Untuk semua usaha dan doa yang terucap. Untuk banyak mimpi yang belum tercapai. Dan untuk segala harapan yang mesti pupus di perjalanan. Aku tak tahu kapan, tapi mungkin kelak kita dapat mengucapkan terima kasih lebih bahagia lagi untuk satu sama lain. 

Bapak si malaikat tersembunyi

Hatinya memang tidak selembut Ibu. Ucapnya juga tidak sepengertian yang Ibu berikan. Tatapannya kadang tidak selalu bersahabat. Tapi, Bapak memiliki caranya sendiri. Walau terdengar seperti menghakimi, Bapak hanya berusaha membuat seluruh anaknya memiliki mental yang kuat. Karena Bapak tahu, dunia enggak akan pernah selalu bisa bersikap lembut. Karena kelak akan ada banyak hal yang enggak bisa Bapak jangkau untuk melindungi anaknya. Satu-satunya yang bisa ia lakukan adalah memastikan anaknya bisa menerjang kejamnya dunia. Dan memastikan, bahwa akan selalu ada tempat untuk anaknya pulang. Ingat kata Bapak "Melangkah sejauh yang kamu inginkan, walau impian pasti berada jauh dari pintu rumah. Raihlah segala yang kamu mau. Kelak kamu akan merasa lelah dan takut, kamu bisa selalu kembali ke rumah untuk sekedar beristirahat"

Ibu pelukan sehangat mentari

Bu, kita tahu enggak pernah ada tutorial menjadi seorang ibu yang baik. Semuanya mengalami percobaan dan banyak gagal. Kadang kita lupa, kalau ibu juga manusia. Memiliki perasaan dan batasnya sendiri. Tapi, ibu selalu memastikan, tidak ada yang lebih penting daripada tempat anaknya berdiri. Ibu terlalu sering mendengar suara anaknya, sampai lupa akan suaranya sendiri. Ibu terlalu banyak ingat hal-hal rinci keluarga, hingga kadang lupa mengingat yang ibu butuhkan. Ibu terlalu sibuk memastikan semua anaknya tertidur di balik selimut yang hangat, walau bisa saja ibu mendapat posisi paling tidak nyaman. Ibu, mungkin kita bukan pasangan Ibu dan anak terbaik di muka bumi. Tapi Ibu, terima kasih sudah menjadi versi paling hebat di mata kami semua.

Sempurna adalah sebuah ketidaksempurnaan

Menjadi diri sendiri adalah sebuah kata sempurna. Percaya akan diri sendiri? Sempurna. Tahu apa yang ingin dilakukan? Sempurna. Berdamai dengan diri sendiri? Juga sempurna. Kata sempurna berada di sekitar kita. Tapi kita terlampau sibuk mengejar sempurna versi orang lain. Sampai lupa, bahwa ini semua adalah kesempurnaan yang bisa kita miliki. Kita selalu menjadikan sempurna kita menjadi sebuah ketidaksempurnaan. Tak apa, namanya juga manusia. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, padahal ada banyak rupa bunga yang tumbuh di halaman kita. Berhenti melihat pencapaian orang lain, dan fokus pada apa yang ingin kita capai. Karena dibalik rumput yang hijau, terdapat usaha yang tidak pernah kita ketahui bagaimana sulitnya. Karena sempurna bukan sekedar hal yang nyata, sempurna adalah apa yang bisa kita ciptakan.

Wajar untuk lelah

Seorang guru pernah berkata, saat muridnya mulai mengeluhkan betapa sulitnya untuk belajar suatu hal. "Bagus dong kalau kamu lelah" "Tandanya kamu kesulitan" "Berarti kamu lagi mikir" "Kamu lagi mengusahakan sesuatu buat diri kamu" "Emang kamu pernah lihat, ada orang yang tiba-tiba ngerasa kesusahan gitu aja?" Satu lagi rasa wajar, Lelah. Enggak ada yang salah, kalau kita merasa kelelahan. Karena hidup bagaikan sebuah perjalanan, wajar apabila di tengah perjalanan kita lelah. Kita memiliki hak untuk beristirahat sejenak. Istirahatlah, ambil waktu sebanyak yang kau butuhkan untuk kembali tumbuh dan berjalan. Untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya, tak apa. Karena kita bukan dalam perlombaan siapa cepat dia menang. Karena zona waktu dan panjangnya perjalan akan selalu berbeda pada tiap-tiap orang. Satu-satunya musuhmu adalah dirimu sendiri.

Sendiri yang tak sepi

 Seseorang pernah bilang, "Kalau kamu merasa kesepian dan sendiri" "Itu tandanya semesta ingin melihat kamu berusaha" "berusaha untuk berdiri dan mengandalkan kemampuan dirimu sendiri" Semesta aja tahu kamu bisa. Kapan kamu akan menyadari itu?

Titik balik sebuah mimpi

Saat kecil dulu, paling suka ditanya besar nanti ingin menjadi apa. Karena saat itu, semua akan terasa masuk akal dan mudah untuk diraih. Seolah tidak akan pernah ada yang namanya gagal, kecewa dan juga rasa perih. Terlihat seperti jalan yang dihadapi akan semudah harapan yang dikabulkan oleh ibu peri. Saat beranjak dewasa, tersadar bahwa dunia bukan cuman hitam dan putih. Selalu ada warna abu-abu, merah muda, dan bahkan jingga. Walau memiliki tujuan yang sama, apakah jalan yang dilalui juga akan sama rata? Apakah sepenting itu memperjuangkan sebuah kata ' mimpi' dalam kehidupan ini? Kenapa semua orang terlihat sangat bekerja keras, untuk sesuatu yang gelap dan tidak pasti? Satu jawaban yang terbukti : "Sesulit apapun jalan yang dilalui, kalau kamu sedang melakukan hal yang kamu sukai, kamu selalu punya alasan untuk bertahan"

Harapan pada garis semu

Di dunia ini, kita enggak perlu terlalu repot untuk bikin semua orang bahagia. Selalu ada yang enggak suka, berusaha mematahkan, senang menjatuhkan dan dengan sukarela meninggalkan. Enggak usah terlalu kecewa, sudah sewajarnya kalau menggantung harapan pada manusia akan berakhir pada ketidaksempurnaan. Berbahagialah secukupnya, dan sedih seperlunya. Satu kata yang pasti : Ayo Berjuang!

Kecewa itu biasa

Kecewa tidak sesederhana katanya Melibatkan banyak emosi dan perasaan Akan ekpektasi yang tinggi dan nyata yang tak sejalan. Walau rasanya sangat tidak nyaman, namun katanya tidak ada kecewa yang sia-sia Kecewa bisa saja mengajarkan kita banyak rasa yang baru. Bagaimana caranya untuk merelakan, bagaimana caranya untuk belajar lebih baik, serta belajar bagaimana caranya untuk bisa menerima. Kecewalah, karena kecewa merupakan perasaan yang benar ada. Kecewalah, menangislah, silahkan bersedih. Tapi ingat, walau bukan hari ini, suatu hari nanti akan menjadi hari yang lebih baik.

Gagal? tidak sama dengan selamanya

 Bapak pernah bilang saat dulu anaknya mengalami kegagalan dan menangis tersedu di ujung telepon. "Kalau gagal itu bukan masalah besar" "Ibarat kamu pergi dari rumah ke Bandung butuh waktu empat jam" "Tapi kalau macet? kamu butuh lima sampai enam jam untuk sampai" "Apakah kalau macet itu artinya kamu enggak akan sampai ke Bandung?" "Tetap akan sampai kan? ini cuman masalah waktu sampai kamu bisa sampai ke tujuanmu" Sebelumnya, menghadapi sebuah kegagalan adalah hal paling menyesakan serta memalukan sedunia. Mulai hari itu, kegagalan bisa dilihat dari sudut pandang yang jauh lebih luas lagi. Bukan hanya sekedar ketidaksempurna akan keberhasilan, melainkan sebuah peluang baru dan perjalanan yang jauh lebih beragam. Ingat bukan, meski ada satu pintu yang tertutup, nyatanya masih ada ribuan pintu yang siap terbuka untuk kita. Enggak masalah untuk mengalami kegagalan, besok kita masih punya banyak kesempatan lain. Jadi, jangan takut gagal, t...

Prolog Rasa

Untuk semua yang pernah patah penuh dengan rasa kecewa Mungkin berpikir, kenapa kita bisa hidup seperti ini? Jatuh, tertatih bahkan tetap harus bangkit lagi. Semua rasa punya tempatnya masing-masing. Semua bimbang ada waktunya. Walau dunia tidak akan selalu memihak kita, Tapi yakin, bahwa kita tidak pernah ditinggal sendiri. Mari berbagi segala perasaan manusia yang biasa, tentang kecewa, senang, jatuh cinta, maupun gagal. Semua rasa yang nyatanya benar ada namun selalu tertampik karena dianggap kurang baik.