Titik balik sebuah mimpi
Saat kecil dulu, paling suka ditanya besar nanti ingin menjadi apa.
Karena saat itu, semua akan terasa masuk akal dan mudah untuk diraih.
Seolah tidak akan pernah ada yang namanya gagal, kecewa dan juga rasa perih.
Terlihat seperti jalan yang dihadapi akan semudah harapan yang dikabulkan oleh ibu peri.
Saat beranjak dewasa, tersadar bahwa dunia bukan cuman hitam dan putih.
Selalu ada warna abu-abu, merah muda, dan bahkan jingga.
Walau memiliki tujuan yang sama, apakah jalan yang dilalui juga akan sama rata?
Apakah sepenting itu memperjuangkan sebuah kata 'mimpi' dalam kehidupan ini?
Kenapa semua orang terlihat sangat bekerja keras, untuk sesuatu yang gelap dan tidak pasti?
Satu jawaban yang terbukti :
"Sesulit apapun jalan yang dilalui, kalau kamu sedang melakukan hal yang kamu sukai, kamu selalu punya alasan untuk bertahan"
Komentar
Posting Komentar