Berulang kali berpikir, Sepertinya kematian tidak akan terasa sesakit saat ini. Putus asa. Terluka. Terjatuh. Dan Menangis. Hampir tidak menemukan alasan untuk terus hidup. Semuanya terasa lebih menyesakkan dan menyakitkan. Tapi percayalah, sekecil apapun alasan kamu untuk hidup. Itu semua patut diperjuangkan. Seperti, kamu harus melihat matahari pagi lagi. Ada hewan yang selalu menunggumu memberi makan. Ada nyamuk yang butuh mengigit kamu. Dan ada orang yang selalu menunggumu. Memastikan kamu masih bernapas setiap pagi. Memastikan bahwa kita masih bisa melewati satu hari baru lagi. Lukanya memang belum tentu sembuh. Rasanya mungkin akan terus sakit. Tak apa. Kita masih bisa terus berjalan. Kita masih bisa bertahan. Itu sudah lebih dari cukup. Biarkan luka menjadi sebuah penghargaan, akan perjalanan sulit yang telah kita lewati. Suatu hari, kamu akan menemukan alasan kenapa. Hidupmu patut diperjuangkan.
Waktu pertama kali kita belajar berjalan, ada saat di mana kita terjatuh dan terluka. Seiring dewasa, makin banyak hal pertama yang kita lalui. Makin banyak pula jatuh yang kita lewati. Luka, dan air mata yang muncul tentu sudah terlampau biasa. Semua itu, perjuangan ini. Hanya untuk menghadapi pertama kalinya. Tidak mesti selalu berhasil, tapi setidaknya kita telah melewati hal itu dan tetap baik-baik saja. Terima kasih, sudah menjadi kuat hingga sekarang.
Pak, kadang menjadi dewasa memang tak mudah. Aku harus jatuh beberapa kali dan banyak terluka. Kadang jatuhnya aku akan membuatmu khawatir. Beberapa lukaku mungkin juga akan melukaimu. Pak, walau aku terlihat tak berdaya dan lemah di matamu. Walau aku belum dirasa cukup olehmu. Izinkan aku untuk membangun jalanku sendiri. Izinkan aku untuk mencoba berdiri dari banyaknya gagal yang ku hadapi. Mungkin kamu akan merasakan jalan yang ku buat tidak sehebat jalanmu. Kamu juga akan banyak khawatir saat aku melewati jalan baru ini. Tapi pak, aku sedang belajar dewasa. Biarkan aku sedikit percaya diri dengan kemampuan yang ku punya. Berikan aku sedikit kepercayaan tak melulu soal bantuan. Jalanku nanti pasti akan lama dan tak mudah. Percaya yah pak, anakmu ini lebih hebat dari kelihatannya.
Komentar
Posting Komentar