Postingan

Aku Tumbuh Menjadi Dewasa

Pak, kadang menjadi dewasa memang tak mudah. Aku harus jatuh beberapa kali dan banyak terluka. Kadang jatuhnya aku akan membuatmu khawatir. Beberapa lukaku mungkin juga akan melukaimu.          Pak, walau aku terlihat tak berdaya dan lemah di matamu.          Walau aku belum dirasa cukup olehmu.          Izinkan aku untuk membangun jalanku sendiri.          Izinkan aku untuk mencoba berdiri dari banyaknya gagal yang ku hadapi. Mungkin kamu akan merasakan jalan yang ku buat tidak sehebat jalanmu. Kamu juga akan banyak khawatir saat aku melewati jalan baru ini. Tapi pak, aku sedang belajar dewasa. Biarkan aku sedikit percaya diri dengan kemampuan yang ku punya. Berikan aku sedikit kepercayaan tak melulu soal bantuan.          Jalanku nanti pasti akan lama dan tak mudah.          Percaya yah pak, anakmu ini lebih hebat dari kelihatannya.

Pertama

Waktu pertama kali kita belajar berjalan, ada saat di mana kita terjatuh dan terluka. Seiring dewasa, makin banyak hal pertama yang kita lalui. Makin banyak pula jatuh yang kita lewati. Luka, dan air mata yang muncul tentu sudah terlampau biasa. Semua itu, perjuangan ini. Hanya untuk menghadapi pertama kalinya. Tidak mesti selalu berhasil, tapi setidaknya kita telah melewati hal itu dan tetap baik-baik saja. Terima kasih, sudah menjadi kuat hingga sekarang.

satu kali

Ada kalanya semua terasa sama. Setiap hari rasanya sama saja. Besok juga pasti begitu adanya. Sampai hati rasanya ketakutan. Bagaimana kalau nanti berbeda?

Keberanian

Jadi dewasa memang terdengar sangat menakutkan, akan tetapi menjadi dewasa bukanlah sebuah pilihan, menjadi dewasa merupakan salah satu fase yang harus dilalui semua orang. Walau menjadi dewasa tidak selalu mudah, tapi kita tidak pernah benar-benar melewatinya sendirian. Di Setiap perjalanannya mungkin kita akan lebih banyak kehilangan dan banyak melakukan pengorbanan, tapi percaya atau tidak, kita akan menerima jauh lebih banyak kebahagian lagi.

Dear Bapak

Teruntuk Bapak, Si pemilik tangan dingin tapi ku tahu hatinya sehangat mentari. Terima kasih sudah memberikan banyak kepercayaan seluas samudera. Terima kasih sudah memberikan banyak kasih sayang. Terima kasih sudah berusaha melakukan semua itu. kita mungkin memiliki banyak selisih paham. Seringkali, kita harus adu pendapat. Dan tak jarang kita saling melukai satu sama lain. Tapi terima kasih untuk tidak menyerah terhadap aku. Untuk segala harapan baikmu. Untuk semua doa tulus di setiap sujudmu. dan untuk tangis diam-diammu saat aku terluka. Pak, aku sedang berusaha. Aku sedang berusaha untuk berdiri sambil terus tumbuh dewasa. Mungkin aku memang tidak bisa sehebat bapak. Tapi aku akan terus melakukan yang terbaik yang ku bisa. Terima kasih, sudah banyak memberikan pelajaran hidupmu.

Alasan

Berulang kali berpikir, Sepertinya kematian tidak akan terasa sesakit saat ini. Putus asa. Terluka. Terjatuh. Dan Menangis. Hampir tidak menemukan alasan untuk terus hidup. Semuanya terasa lebih menyesakkan dan menyakitkan. Tapi percayalah, sekecil apapun alasan kamu untuk hidup. Itu semua patut diperjuangkan. Seperti, kamu harus melihat matahari pagi lagi. Ada hewan yang selalu menunggumu memberi makan. Ada nyamuk yang butuh mengigit kamu. Dan ada orang yang selalu menunggumu. Memastikan kamu masih bernapas setiap pagi. Memastikan bahwa kita masih bisa melewati satu hari baru lagi. Lukanya memang belum tentu sembuh. Rasanya mungkin akan terus sakit. Tak apa. Kita masih bisa terus berjalan. Kita masih bisa bertahan. Itu sudah lebih dari cukup. Biarkan luka menjadi sebuah penghargaan, akan perjalanan sulit yang telah kita lewati. Suatu hari, kamu akan menemukan alasan kenapa. Hidupmu patut diperjuangkan.

Jika Ternyata

Kalau memang sudah saatnya, Semua akan menyerah dan kembali melanjutkan hidupnya. Kalau memang sudah terlalu lelah, tentu tak apa untuk beristirahat. Kalau memang terlalu menyakitkan, sudah saatnya untuk melepaskan. Kalau ternyata memang tidak, sudah sepantasnya untuk mengikhlaskan. Belajarlah, bahwa di dunia ini tidak melulu tentang aku. karena entitas di muka bumi lebih banyak daripada jumlah egoku.